Berita


03 Jan 2018, 19:53
Perayaan Puncak Pesta Emas Biara Nazareth

Kamis, 28 Desember 2017, adalah hari yang istimewa bagi Biara Nazareth. Mengapa? Pada hari itulah Biara Nazareth mengelar perayaan puncak Pesta Emasnya. Ulang tahun kelimapuluh Biara Nazareth sebenarnya jatuh pada tanggal 15 Desember 2017. Akan tetapi mengingat kesibukan para frater menghadapi Ujian Akhir Semester, Panitia yang dibentuk di awal tahun memutuskan perayaan setelah Natal.

Perayaan Puncak Pesta Emas diawali dengan Silaturahmi para romo, bruder dan frater MSF pada 28 Desember 2017 dari pk. 09.00 hingga pk. 12.30. Acara yang digelar di aula Biara Nazareth ini dipandu oleh Rm. Subani dan Fr. Nyaris. Setelah ucapan selamat datang dari Rm. Prasetyantha, sebagai Ketua Domus Nazareth, silaturahmi diisi dengan dengan tiga acara besar yakni: pesan-pesan dari Romo Propinsial (Rm. Wahyu Harjanto), oleh-oleh dari Romo Jenderal (Rm. Edmund Jan Michalski) yang khusus datang untuk menghadiri pesta emas Biara Nazareth, dan Dari Kita Untuk Kita, yang berisi Stand Up Comedy dari para uskup dan romo alumni Skolastikat MSF. Setelah gelak tawa yang membahana, silaturahmi ditutup dengan makan siang bersama.

Silaturahmi

Pada sore harinya, tepatnya pada pk. 17.00 dilaksanakan misa syukur Pesta Emas Biara Nazareth bertempat di Gereja Keluarga Kudus Banteng. Misa syukur, yang diawali dengan pra liturgi berupa tari-tarian anak-anak PIA Paroki Banteng dan lagu persembahan Kor K3M, ini dipimpin oleh Mgr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF, Uskup Keuskupan Palangkaraya (Rektor Skolastikat MSF 1992-1998), didampingi Mgr. Yustinus Harja Susanto MSF, Uskup Keuskupan Agung Samarinda, Rm. Edmund Jan Michalski, Superior Jenderal MSF, Rm. Ag. Purnama, Wakil Jenderal MSF, Rm. V. Wahyu Harjanto, Propinsial MSF Jawa, Rm. YB Prasetyantha, Rektor Skolastikat MSF dan Rm. Andreas Tri Adi, Ketua Panitia Pesta Emas Biara Nazareth. Dalam misa syukur yang dihadiri hampir 1000 orang termasuk puluhan imam, bruder, frater dan suster tersebut dilaksanakan pula pembaruan kaul para imam, bruder, frater MSF di hadapan Romo Superior Jenderal dan juga pelantikan pengurus kerabat MSF tingkat propinsi dan rukun/domus oleh Romo Propinsial.

Misa_syukur2

Misa_syukur

Setelah misa syukur dan ramah tamah, perayaan Pesta Emas diakhiri dengan pagelaran wayang kulit oleh Dalang Rm. Lukas Heri Purnawan MSF, yang lebih dikenal dengan panggilan Romo Ipeng. Pagelaran wayang dengan lakon "Gatotkaca Sesuci" yang dimulai pada pukul 21.00 ini dilaksanakan semalam suntuh dan baru berakhir pada pukul 05.00, bertepatan dengan lonceng gereja Keluarga Kudus yang berbunyi mengundang umat untuk berdoa.

Wayang