Berita


25 Feb 2019, 20:54
TEATER VS KATEKESE ???

Terkadang, saya agak heran ketika mendengar mata kuliah Teater dan Public Speaking di kampus Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, mengapa? Karena apa hubungan semuanya itu dengan katekese? Saya akan mengorek-orek tentang ini. Sebagai calon-calon katekis, kami para mahasiswa/i IPPAK-USD diajarkan bagaimana berkatekese dengan menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Menjadi katekis juga harus bisa menyuarakan kerinduan masyarakat yang selama ini memang kurang tertanggapi oleh pemerintah. Maka, mata kuliah teater rakyat sangat cocok untuk para calon katekis ini.

Pada pertengahan Januari 2019, mahasiswa/i semester dua IPPAK-USD dibekali materi teater rakyat dan public speaking. Materi tersebut terus berjalan hingga terselenggaranya Teater Rakyat, 22 February 2019. Dalam mata kuliah ini, kami diajarkan bagaimana berekspresi dan bagaimana caranya keluar dari dalam diri, atau keluar dari zona nyaman. Saya sendiri selama mengikuti dan belajar mengenai teater merasa adanya perubahan dalam diri. Saya yang awalnya malu-malu (atau malu-maluin) dan kurang pede (percaya diri), menjadi berani tampil di depan umum, baik dalam pidato maupun sebagai peran/tokoh dalam pementasan teater.

Setelah menjalani rangkaian latihan yang melelahkan, kami dapat merasakan suatu atmosfer yang menegangkan. Hasil latihan kami dihadiri kurang lebih 600 penonton. Pementasan tersebut ditampilkan di Auditorium Kampus V Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam pementasan itu, kami membawakan lima penampilan tentang masalah sosial di sekeliling kita. Teater memang dapat dijadikan ajang untuk membantu mereka-mereka yang terpinggirkan dan kurang diperhatikan oleh pemerintah. Salah satu tugas katekis adalah untuk membantu dan memperhatikan mereka semua. Kelompok saya membawakan penampilan suasana “Sarkem” atau Pasar Kembang yang terkenal di kota Yogyakarta. Kami menceritakan perjuangan hidup wanita-wanita malam yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka pribadi dan keluarga. Ini dapat menjadi media pewartaan yang sangat baik, karena berawal dari situasi yang benar-benar nyata. Lewat penampilan teater ini, para katekis diajak untuk menjadi pewarta-pewarta unggul yang dapat hadir di tengah masyarakat.