Renungan


kehidupan yang penuh makna
Hilarius Marvy - 24 Oct 2019, 00:32

 

 

Setiap kehadiran pasti membawa makna. Kehadiran seseorang dapat memberikan harapan akan tumbuhnya semangat baru. Yang perlu direnungkan adalah apakah kehadiran kita bisa mewujudkan harapan itu.

Berkaitan dengan makna kehadiran, bacaan pertama hari ini memberikan jawabannya. Surat kedua Paulus kepada Timotius itu dituliskan ketika Paulus menjadi tahanan. Dalam suratnya itu, Paulus menuliskan bahwa hanya Lukas yang bersama-sama dia. Ini berarti bahwa Lukas hadir saat Paulus sedang mengalami situasi sulit sebagai seorang tahanan. Lukas hadir sebagai seorang kawan yang meneguhkan. Ada dugaan juga bahwa Lukas turut membantu Paulus dengan menuliskan surat tersebut. Lukas yang pestanya kita peringati hari ini memberikan teladan bagaimana kehadirannya mampu menjaga semangat Paulus. Hasilnya, meski terbelenggu sebagai seorang tahanan, Paulus – bersama Lukas – masih bisa terus mewartakan nilai-nilai iman.

Bacaan Injil hari ini juga mengisahkan kualitas suatu kehadiran. Lukas menuliskan bahwa ketujuh puluh murid diutus berdua-dua oleh Yesus. Para murid itu diutus untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Yesus menghendaki bahwa kehadiran para muridnya harus membawa peneguhan. Itu sebabnya, hal pertama yang perlu diucapkan oleh para murid adalah ucapan yang membawa sukacita, “Damai sejahtera bagi rumah ini.”

Belajar dari St. Lukas dan juga perutusan ketujuh puluh murid, di awal hari ini ada baiknya kita memohon rahmat Allah agar di sepanjang hari nanti kualitas kehadiran kita dapat menumbuhkan harapan bagi orang lain dan membantu banyak orang untuk bangkit dari situasi ketakberdayaan yang sedang mereka hadapi.

Share :