Teologi


Anak Lembu Emas
Fransiskus Ferdy - 31 Jan 2019, 11:05

Pengantar.     

Pada perjalanan memimpin bangsa Israel menuju ke tanah terjanji  yaitu tanah Kanaan, Musa mendapatkan banyak peristiwa dan pada akhirnya ia harus naik ke gunung Sinai untuk bertemu dengan Tuhan. Karena Musa tak kunjung turun dari gunung Sinai selama empat puluh hari empat puluh  malam [1] bangsa Israel cemas dan berkata kepada Harun ingin membuat anak lembu emas sebagai tanda allah hadir ditengah mereka. Mereka memaksa Harun membuat anak lembu itu dari perhiasan para perempuan (Emas). Melihat hal itu terjadi pada bangsa Israel YAHWE menjadi marah dan ingin memusnakan mereka. Tetapi dengan bujukan dari Musa Tuhan tidak melakukannya dan melakukan pembaharuan perjanjian dengan bangsa Israel.

Kondisi Geografis Timur Tengah.

            Mengapa bangsa Israel membuat patung  lembu emas pada saat Musa naik ke gunung Sinai?, bukankah banyak hewan-hewan lain yang lebih kuat dan besar dari lembu. Kondisi geografis ternyata menjadi faktor utama mengapa lembu dianggap sebagai hewan yang kuat atau melambangkan kekuatan.

kondisi geografis Timur Tengah sebagian besar adalah gurun pasir yang panas dan tandus, dari kondisi gregorafis itu para masyarakat Timur Tengah banyak yang berprofesi atau bermata pencaharian sebagai petani yang nomaden atau sebagai perternak. Hewan yang bisa dipelihara atau diternak oleh penduduk masyarakat di sana adalah domba, kambing, lembu atau biri-biri. Hewan-hewan itu dipilih karena kondisi geografis Timur Tengah yang sangat memungkinkan hewan-hewan tersebut dapat berkembang biak atau bertahan hidup dengan mudahnya dan masyarakat juga dapat merawatnya tanpa kesulitan walaupun berada di gurun pasir.

Dengan kondisi yang ada di Timur Tengah lembu dianggap sebagai hewan yang paling kuat dan perkasa dibandingkan dengan hewan-hewan yang lain. Lembu sering digunakan untuk membantu pekerjaan masyarakat Timur Tengah, selain membantu pekerjaan lembu juga dapat dikonsumsi atau sebagai hewan kurban bagi para dewa-dewa mereka sehingga lembu juga dapat mendatangkan keuntungan karena bisa diperjual-belikan. Banyak kebudayaan di Timur Tengah juga memakai lembu itu sebagai lambang kekuatan dan keperkasaan.

Anak Lembu Emas dalam Sistem Keagamaan Timur Tengah.

            Sistem keagamaan orang Timur Tengah asli adalah pemujaan atau penyembahan kepada dewa-dewa (polytheisme). Contohnya orang Kanaan menyembah pada lima dewa ( El, Baal, Asyera, anat dan Dagon) masing-masing dewa mempunyai keahliannya sendiri-sendiri. Mereka menyembah dewa-dewa dalam bentuk patung tuangan yang mereka buat. Bentuk patung biasanya diambil dari kegiatan keseharian mereka seperti mereka menggambarkan dewa Baal dengan seekor lembu.

Lembu sebagai hewan yang paling kuat di Timur Tengah karena kondisi geografisnya. Dari lembang kekuatan itu lembu diartikan sebagai gambaraan dari dewa-dewa kesuburan pada agama-agama Timur Tengah termasuk orang-orang kanaan atau orang-orang Mesir. Orang kanaan memanggil dewa kesuburan mereka dengan nama Baal. Karena mata pencaharian mereka sebagian besar adalah bertani dan berternak maka sangat pentinglah peran seorang penolong yang dapat membantu mereka disaat musim kemarau atau kekeringan dan mereka memohon hujan kepada Baal ketika kemarau. Dan setelah mereka berhasil panen mereka akan berterima kasih kepada Baal dan melakukan sebuah pesta untuk itu.

Patung  anak lembu emas yang biasanya dibuat akan mempunyai sebuah tanduk yang terbalik. Tanduk terbalik anak lembu ini bukannya satu kebiasaan pada keturunan binatang dewasa yang baik kerena binatang seperti ini disisikan melainkan yang berarti menandakan sebuah simbol bulan sabit atau matahari dan bulan serta bintang fajar yang ada di langit. Tanda- tanda ini merupakan gambaran dari sistem penyembahan kepada dewa-dewa di Mesir atau di daerah utara Mespotamia. Mereka bangun awal pagi dan menyambut matahari yang terbit serta mereka juga melakukan ibadah korban.

Dengan terpengaruh dari kebudayaan Timur Tengah  bangsa Israel  juga membuat patung anak lembu emas untuk mereka sembah dan menyamaakanya dengan keperkasaan yang dimiliki oleh YAHWE yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan yang menjadi menarik lagi adalah ketika cara Musa mengahancurkan patung anak lembu emas dengan cara membakar dan mengilingnya lalu mencampur debunya dengan air agar bangsa Israel meminumnya sama dengan cara Anat ( istri baal ) menghancurkan dewa kematian Kanaan (Mot).[2]

Anak Lembu Emas di Kaki Gunung Sinai.  

            Bangsa Israel yang cemas karena Musa yang sebagai pemimpin mereka keluar dari Mesir tak kunjung kembali dari gunung Sinai akhirnya mereka mendesak Harun yang diberi tanggung jawab selama Musa pergi. Atas desakan dari bangsa Israel Harun mengabulkan permohonan atau desakan dari bangsa Israel untuk membuat patung anak lembu emas. ahkirnya Harun membuat patung anak lembu dari anting-anting atau perhiasan yang mereka punya. Dan setelah membuat patung anak lembu emas mereka megadakan sebuah pesta.

Banyak orang berpendapat bahwa bangsa Israel membuat anak lembu emas untuk menggantikan YAHWE atau mencari allah lain bagi mereka. Bangsa Israel sebenarnya ingin membuat tahta bagi YAHWE agar dapat diam diantara mereka dan dengan membuat patung anak lembu emas itulah yang dianggap oleh mereka sebagai tahta YAHWE yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir.[3] Karena meraka rindu akan kehadiran YAHWE yang selalu mendamping mereka selama perjalanan keluar dari tanah Mesir dan pesta yang mereka adakan adalah untuk memuji kebesaran dan keperkasaan YAHWE. Tetapi karena perbuatannya itu  mereka justru melecehkan YAHWE dengan menggambarkan atau menyamakan YAHWE dengan anak lembu emas itu dari hal itu mengakibatkan kemarahan YAHWE, mereka mencampurkan kebudayaan Timur Tengah dan melukai identitas mereka sebagai bangsa yang terpilih. Selain itu anak lembu emas itu juga menggambarkan tahta dewa Baal atau dewa kesuburan orang kanaan atau sebagai lambang dari agama-agama di Timur Tengah.[4]

YAHWE menjadi tambah marah dan murka karena bangsa Israel menolak Musa yang berarti menolak YAHWE yang memilih Musa karena mereka mengira terjadi sesuatu pada Musa di gunung Sinai.[5] Di dalam kondisi bangsa Israel saat itu terbagi menjadi dua kubu yaituh ada orang-orang yang percaya kepada Musa dan ada beberapa orang yang tidak percaya lagi kepada Musa mereka ingin mencari pemimpin baru dan lebih memilih Harun untuk menjadi pemimpin mereka.

Kata-kata Harun yang berkata “ inilah allahmu” diartikan dalam penggunaan jamak. Kata Allah diartikan dalam keadaan jamak tetapi arti jamak ini mebuat aneh dan sangat membinggungkan kalau dilihat dari kondisi bangsa Israel saat itu. Teks jamak itu rupanya ingin menjadi pandangan pada kitab 1 Raj 12,26-32 yang berkisah tentang Yerobeam membuat patung anak lembu di Betel. Karena pada zaman Yerobeam memimpin terdapat dua buah Kenisah yaitu di Yerusalem dan di Betel, tentu dengan membuat kenisah menjadi dua tidak ajuh adalah sebagai alasan politik. Yerobeam membuat anak lembu bukanya untuk membuat Allah yang baru tetapi untuk beribadah kepada Allah yang telah membawanya keluar dari Mesir yakni YAHWE.[6]

            Pendapat dari para ahli mengatakan fakta-fakta yang terkumpul menunjukan bahwa Bangsa Israel sebenarnya tidak mempunyai kesalahan karena mereka menginginkan YAHWE yang hadir di tengah-tengah mereka. Walupun tujuan mereka ingin memuji YAHWE tetapi cara mereka kurang tepat karena jika dilihat dari sepuluh perintah Allah yang diberikan kepada bangsa Israel perintah pertamalah yang justru dilangar oleh bangsa Israel yakni “ akulah TUHAN, Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir,  dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Keluaran 20,1-4). Karena kesalahan yang dibuat oleh bangsa Israel inilah terjadi sebuah kekacauan di dalam kalangan bangsa Israel sendiri, setelah Musa turun dari gunung Sinai anak lembu emas itu lalu dihancurkan dan bangsa Israel saling membunuh di antara mereka.  Pada kisah ini juga dikenal sebagai kemurtadtan bangsa Israel, karena kemurtadtan itu mengakibatkan pembaharuan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel.

Pembaharuan Perjanjian Yahwe dan Bangsa Israel.

            Musa yang turun dari gunung Sinai atas perintah dari YAHWE untuk menghentikan perilaku bangsa Israel yang tak pantas. Lalu Musa memecahkan kedua loh batu yang ia bawa dan menyuruh bangsa Israel yang percaya kepadanya sebagai perantara YAHWE untuk membunuh mereka yang telah murtad (Keluaran 32,27). Bani Lewi lah yang paling setia kepada YAHWE melakukan apa yang dikatakan oleh Musa bahkan sampai harus membunuh kaum kelurganya sendiri. Dari kesetian inilah kaum Lewi diberi kepecayaan khusus untuk menjadi garis keturunan imam bagi bangsa Israel.

Perbuatan yang dilakukan oleh bangsa Israel kali ini menyulut kemarahan YAHWE yang sangat besar sampai Ia ingin menghapus bangsa Israel dan ingin memulai dengan bangsa yang baru. Tetapi Musa yang dating sebagai perantara perjanjian yang memohon kepada YAHWE untuk mengampuni kesalahan yang dilakukan oleh bangsa Israel.

            Kemudian Musa naik kembali ke gunung Sinai untuk berbicara kepada YAHWE. Dengan perantaraanya Musa berbicara dan memohon kepada YAHWE untuk menghapus kesalahan bangsa Israel dengan pembaharuan perjanjian dan dengan menyampaikan beberapa pertimbangan jika YAHWE ingin membinasakan bangsa Israel. Keberlangsungan sejarah akan terputus jika YAHWE menghancurkan bangsa Israel. Membiarkan bangsa Israel mati di padang gurun berarti menghianati perjanjian yang diberikan kepada Abraham yakni tentang janji kerturunan dan akan menimbulkan pandangan yang buruk kepada bangsa Mesir karena YAHWE justru membuat bangsa Israel terbunuh di padang gurun bukannya meyelamatkan dari perbudakan.

            Pembaharuan perjanjian dikisahkan pada bab selanjutnya dalam kitab keluaran. Setelah Musa naik ke gunung Sinai untuk kedua kalinya, kembali Musa berbica dengan Allah tentang nasib bangsa Israel yang menuju ke tanah terjanji. Kemudian Musa turun dengan membawa dua loh batu yang baru dan pernjajian yang baru. Selanjutnya perintah-perintah untuk membuat kemah suci, ibadat korban, dll diatur dalam pembaharuan perjanjian setelah kejadian patung anak lembu emas ini.

 

 

 

 

 

 Kesimpulan.

            Kisah pembuatan anak lembu emas ini merupakan sebuah kekeliruan tindakan namun mempunyai maksud yang baik atau benar. Bangsa Israel rindu akan kehadiran Allah yang telah membebaskan dari tanah Mesir namun cara mereka yang salah dengan membuat patung anak lembu emas. Dari kisah ini pula menunjukan bahwa bangsa Israel tidak bisa lepas dari kebudayaan-kebudayaan setempat yakni kebudayaan Timur Tengah. Kebiasaan-kebiasaan yang dibuat oleh orang-orang Timur Tengah lainya juga dilakukan oleh bangsa Israel sampai mengundang amarah YAHWE.

             Sebagai bangsa yang terpilih maka untuk membedakan bangsa Israel dari orang-orang Timur Tengah lainnya YAHWE menentukan beberapa peraturan dan sistem keagamaan yang lebih ketat bagi mereka, aturan-aturan tersebut sekarang dapat kita lihat pada kitab Imamat.

           

           

             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka.

Burns, Rita J. , 1983 Exodus, Levitucus, Numbers, Michael Glazier, inc, USA.

Ellison, H. L, 1903 Exodus, The West Minster Press,  Philadelphia.

Pixley. Geogre V, 1987 ,Exodus, Orbis Books,New York.

Chaghan. John F, 2002, Tafsir Alkitab Prejanjian Lama (Keluaran)¸ Kanisius, Yogyakarta.

Childs. Brevard S, 1974, Exodus A Commentary¸SCM Press LTD, London.

 

 

 

[1] Rita J. Burns Exodus, Leviticus, Numbers (Michael Glazier, inc: USA, 1983).

[2] John F. Craghan Tafsir Alkitab Prejanjian Lama (Keluaran) (Kanisius: Yogyakarta, 2002).

[3] Geogre V. Pixley Exodus (Orbis Books: New York, 1987).

[4] H. L. Ellison. Exodus (The West Minster Press: Philadelphia, 1903).

[5] John F. Craghan Tafsir Alkitab Prejanjian Lama (Keluaran) (Kanisius: Yogyakarta, 2002).

 

[6] Rita J. Burns Exodus, Leviticus, Numbers (Michael Glazier, inc: USA, 1983).

Share :